Kategori
Uncategorized

Hal Baik Hasil Adu Argumen Dengan Pasangan, Berdasarkan Studi yang Ada

Hal Baik Hasil Adu Argumen Dengan Pasangan, Berdasarkan Studi yang Ada

Seperti yang sudah di ketahui oleh orang banyak bahwa, ketika kalian berada dalam hubungan, kalian pasti akan menghadapi situasi di mana saat itu kalian harus bertengkar sama pasangan kalian masing-masing. Akan tetapi, beradu argumen adalah suatu hal yang lumrah. Karena, bahkan pada pasangan yang langgeng, pun pernah mengalami selisih paham dalam hubungannya.

Lalu, alasan berantem apa aja sih yang masih bisa kamu toleransi sama pasangan kamu? Di lansir dari laman doelgercenter.com, berikut ini bebreapa alasan kenapa beradu argumen sama pasangan ternyata baik buat hubungan kalian.

1. Memberi kesempatan buat berkomunikasi secara jujur

Di kutip dari laman Login IDN Poker, Bustle, studi oleh Able Arguers yang melibatkan 976 responden pada tahun 2012. Menemukan bahwa, pasangan yang berada dalam konflik sehat mereka merasa 10 kali lebih bahagia. Ketimbang dengan pasangan yang mengabaikan kebutuhan mereka saat harus menghadapi perbincangan alot tersebut. Menurut terapis Courtney Watson, berargumen dalam sebuah hubungan itu sehat. Karena, kamu bisa mengomunikasikan frustasi dan apa yang kalian butuhkan sama pasangan kalian masing-masing.

Berdebat dalam hubungan itu gask selalu tentang menunjukkan suatu kejahatan atau keburukan pasangan kalian. Karena, kalian bisa berdebat dengan cara yang sehat. Kemarahan merupakan emosi alami yang mengingatkan pada sesuatu yang kurang menyenangkan, dan baik ketika pasangan mengetahui hal itu.

2. Membantu kalian belajar motivasi perilaku tertentu dari pasangan

Profesor psikologi di Syracuse University’s College of Arts and Sciences Dr. Laura VanderDrift, mengatakan bahwa berdebat – selama di lakukan tanpa penghinaan, kritik, dan pembelaan – sebenarnya dapat memperkuat hubungan romantis. Melalui penyelesaian konflik kepentingan, itu membantu pasangan mencari motif dari perilaku pasangan mereka. Namun dengan catatan ada keterlibatan orang ketiga yang menjadi penengah atau negosiator netral di antara mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa mengambil perspektif pihak ketiga yang netral dapat membantu. Misalnya, menanyakan pendapat teman yang tahu tentang hubungan kalian perihal sikap yang di lakukan oleh pasangan.

3. Membantu kalian dan hubungan bertumbuh

Alih-alih menimbulkan ketakutan, profesor komunikasi Jennifer A. Samp, Ph.D. di lansir Psychology Today, mengatakan berargumen justru memberi manfaat dalam hubungan yang sehat, baik dalam persahabatan maupun hubungan romantis. Ia melihat konflik bukan sebagai ancaman, melainkan peristiwa yang membantu hubungan berkembang dan tumbuh, sehingga orang bisa lebih mengenali diri mereka.

Pendapat ini di kuatkan oleh terapis Watson yang mengatakan pasangan bertumbuh ketika informasi dari argumen secara konstruktif justru memperbaiki hubungan. Menurutnya, argumen baik bukan termasuk pada penghinaan dan manipulasi terhadap pasangan.