Kategori
Uncategorized

Empat Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan Sebelum Minta Maaf Ke Pasanganmu

Empat Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan Sebelum Minta Maaf Ke Pasanganmu

Rasanya semua orang pasti sepakat ya, bahwa meminta maaf itu adalah sebuah perbuatan yang baik? Tanda bahwa kamu cukup dewasa, rendah hati dan tentunya sadar diri bahwa kamu bisa saja berbuat salah dengan atau tanpa sempat kamu sadari, terlebih ke pada pasangan sendiri.

Meskipun begitu, di lansir dari laman doelgercenter.com, lima hal berikut ini sebaiknya kamu pertimbangkan dahulu sebelum meminta maaf pada pasanganmu. Apa saja itu? Yuk, simak satu per satu!

1. Apakah ini memang salahmu?

Di kutip dari laman Daftar IDN Poker, sekalipun niatmu baik, jika masalah yang muncul memang bukan salahmu dan justru salahnya, buat apa juga kamu yang meminta maaf? Mungkin kamu cuma ingin mendinginkan suasana.

Apalagi kamu tahu dia tipe orang yang sangat sulit mengakui kesalahan diri sehingga sebaiknya kamu mengalah saja. Namun apakah ini baik? Apakah kamu kuat untuk selalu mengalah darinya?

Jika ini terus di lakukan, hubungan kalian malah menjadi makin tidak sehat. Dia makin merasa paling benar dan mendominasi hubungan. Dia perlu belajar berintrospeksi dan meminta maaf selagi kamu belajar lebih tegas padanya.

2. Jika salahmu, yakin tahu persis letak kesalahanmu dan bagaimana seharusnya?

Dengan kepekaan hatimu, kamu akan lekas menyadari telah melakukan kesalahan pada pasangan. Namun cepat-cepat meminta maaf juga kurang tepat. Kecuali jika kamu tahu persis apa kesalahanmu.

Bila kamu hanya mengira-ngira, permintaan maafmu gak akan memuaskannya apalagi mengobati perasaannya yang telanjur terluka. Sebab dia jadi gak bisa berharap kamu tahu caranya memperbaiki diri.

3. Sudah berapa kali meminta maaf untuk kesalahan yang sama?

Nah, ini akibatnya jika selama ini kamu cuma suka meminta maaf tanpa tahu dengan pasti letak kesalahanmu dan bagaimana yang seharusnya. Pasti kamu bakal mengulang-ulang kesalahan itu.

Kamu pikir, pasanganmu akan kebal setelah berkali-kali di sakiti dengan cara yang sama. Beberapa orang di luar sana mungkin saja gak peduli lagi jika berada dalam kondisi seperti ini.

Namun pasanganmu mungkin justru makin sakit hati. Sampai akhirnya dia menyerah dengan hubungan kalian alias minta putus. Kamu gak cuma punya tugas meminta maaf bila bersalah melainkan yang terpenting ialah gak mengulanginya lagi.

4. Waktu, tempat, dan suasana hatinya

Kesalahanmu saja sudah bikin perasaannya gak enak. Apalagi kalau kamu mencoba meminta maaf di waktu dan tempat yang gak tepat. Di tambah suasana hatinya lagi gak baik.

Entah karena dia masih kesal banget padamu atau ada hal lain yang membuatnya bad mood. Jangan sampai dia sekalian melampiaskan semua kejengkelannya padamu.

Kategori
Uncategorized

Beberapa Kelebihan Memiliki Pasangan yang Lebih Tua Dari Kamu

Beberapa Kelebihan Memiliki Pasangan yang Lebih Tua Dari Kamu

Jodoh masing-masing individu tidak ada yang bisa menebaknya dengan pasti. Kadang ketemunya dengan pasangan yang seusia degan kita, atau bisa juga yang rentang usianya terpaut cukup jauh.

Kamu tidak perlu merasa minder jika suatu saat mendapat pasangan yang lebih tua. Dia tetap bisa membuat hidupmu jadi lebih bahagia, kok! Karena ada berbagai keuntungan dari menjalin hubungan dengan pasangan yang usianya berbeda jauh. Apa saja? Di lansir dari laman doelgercenter.com, berikut ini pembahasannya.

1. Kamu bisa menjalani hubungan yang lebih dewasa

Di kutip dari laman Daftar IDN Poker, meskipun usia seseorang sudah matang belum tentu menjamin perangainya juga akan ikut dewasa. Tapi tidak bisa di pungkiri, usia memanglah berpengaruh cukup besar terhadap tingkat kematangan emosional seseorang. Karena semakin tua usia seseorang, umumnya pengalaman pun akan semakin banyak.

Dan pengalaman yang cukup luas ini, turut memengaruhi bagaimana dia menjalani hubungan ke depannya. Hubungan yang kalian jalani tidak lagi mirip dengan apa yang pada umumnya di lakukan oleh pasangan remaja yang masih labil. Sebagai contoh, dia tidak akan banyak menuntutmu untuk selalu melaporkan aktivitasmu, karena sudah sangat paham bahwa berpasangan, tidak berarti saling mengekang.

2. Menjalani hubungan dengannya jadi bisa lebih tenang

Walaupun kalian tetap mengalami berselisih paham atau pertengkaran, tapi hal itu jarang terjadi. Usianya yang berada di atasmu, membuatnya lebih mampu untuk mengendalikan diri, gak labil!

Hal ini sangat membantu ketika kalian menghadapi konflik. Alih-alih saling bertarung ego masing-masing, dirinya mampu mengajakmu untuk sama-sama berpikir dengan jernih, dan mengupayakan agar hubungan tetap terjalin harmonis meski di timpa masalah. Menjalin hubungan dengannya jadi terasa lebih tenang. Jauh dari drama yang tak perlu.

3. Dia lebih bisa memahamimu dengan baik

Telah terbiasa menghadapi berbagai situasi, mau tak mau membentuk kematangan dalam dirinya. Tanpa perlu kamu ungkapkan secara gamblang pun, sering kali dia sudah tahu dan mengerti apa yang kamu inginkan dan butuhkan.

Karakter inilah yang membuatmu jadi merasa bersyukur telah berpasangan dengannya. Karena dia begitu pengertian terhadap apa yang kamu rasakan, dan tak memaksakan kehendaknya.

4. Pengalaman hidupnya yang lebih kaya, membuatnya mampu jadi pembimbing yang baik

Pengalaman hidupnya yang jauh lebih banyak darimu, membuatnya gak cuma jadi kekasih yang baik, tapi juga mampu membimbingmu dalam bersikap. Dia mengajarkanmu makna kesabaran, keuletan, pantang menyerah, dan hal positif lainnya.

Tanpa di paksa, kehadirannya membuatmu termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ternyata inilah yang di maksud cinta yang sehat, bisa membuat kehidupan seseorang jadi berkembang.

5. Usianya yang lebih matang, membuatnya memandang komitmen dengan serius

Kematangan usianya, membuat cara pandangnya terhadap komitmen sangatlah serius. Seberat apa pun masalah yang kalian hadapi bersama, tak membuatnya gampang berucap kata pisah. Apalagi sampai mendua. Baginya, itu bukanlah ciri pribadi yang dewasa.

Cara pandangnya itulah yang membuatmu jadi lebih tenteram menjalin asmara dengannya. Terkadang dirimu yang masih kekanak-kanakan, akhirnya jadi tersadarkan dengan kedewasaan sikapnya. Memandang hubungan yang kalian saat ini jalani, bukanlah perkara having fun semata.

Nah, sekarang jadi tahu, ya apa saja sisi positif dari menjalin hubungan dengan pasangan yang lebih tua. Gak perlu merasa rendah diri saat di sandingkan dengan teman-temanmu yang punya pasangan seusia. Karena tiap orang bisa mendapatkan kebahagiaannya sendiri-sendiri, kok!

Kategori
Uncategorized

Empat Tipe Pasangan Toksik Berikut Ini Wajib Kamu Hindari Biar Masa Depan Kamu Tidak Rusak

Empat Tipe Pasangan Toksik Berikut Ini Wajib Kamu Hindari Biar Masa Depan Kamu Tidak Rusak

Setelah menjalin hubungan yang lama, tentunya kamu akan berpikir mengenai masa depan bersamanya. Bisa menghabiskan sisa hidup bersama dengan orang yang kamu cinta, tentunya menyenangkan.

Sayangnya, bila yang terjadi justru kamu salah memilih pasangan, bukan senang yang kamu terima, yang ada masa depanmu jadi rusak. Karena bayangan rumah tangga yang bahagia, buyar sudah di sebabkan sikap pasanganmu yang toksik.

Di lansir dari laman doelgercenter.com untuk mencegahnya, ada beberapa tipe pasangan toksik yang wajib kamu hindari sejak sekarang. Ingat, jangan sampai menyesal kemudian!

1. Pasangan seorang pecandu

Di kutip dari laman Login IDN Poker, tipe pertama yang sebaiknya kamu hindari untuk di jadikan pasangan, adalah pecandu. Mulai dari pecandu narkoba, minuman keras, judi, belanja, hingga seorang pecandu cinta. Karena kalau sudah jadi pecandu, sulit berpikir lagi dengan logika. Termasuk saat dia sudah kecanduan cinta. Tipe seperti ini, akan sering menyakitimu tanpa rasa bersalah, karena dia beranggapan semua itu di lakukan demi cinta. Mengerikan, bukan?

2. Tipe pasangan narsis

Kita memang wajib mencintai diri sendiri. Dengan lebih mengenali dan mau menerima diri sendiri, maka kamu pun jadi lebih mudah dan tepat saat mencintai orang lain.

Hanya saja, jangan sampai narsis. Karena tipe yang narsis, akan sulit menerima kalau ada orang lain lebih baik darinya, termasuk pasangannya sendiri. Orang yang bertipe narsis, cenderung egois, gak bisa di kritik, selalu merasa paling segalanya, hingga sulit berempati. Yakin, kamu mau menghabiskan sisa hidup dengan orang seperti ini?

3. Tipe yang kekanak-kanakan

Setiap orang memang punya sisi kanak-kanak dalam dirinya. Tapi, bukan berarti kekanak-kanakan. Bersikap kekanak-kanakan, padahal umur sudah gak lagi muda, adalah ciri orang yang tidak dewasa secara mental.

Berpasangan dengan orang seperti ini, membuatmu rentan sakit hati. Saat ada masalah, bukannya di selesaikan malah menghindari. Saat ada perbedaan pendapat, bukannya di sikapi dengan bijak, malah emosinya meledak-ledak. Gimana rumah tangga mau harmonis, kalau tingkahnya begitu.

4. Tipe pasangan yang kelewat dingin

Gak semua orang bisa nyaman untuk mengungkapkan perasaannya. Ada pula orang yang cuek dan sikapnya dingin. Namun, kalau dinginnya udah kelewatan, gak keren lagi di lihatnya. Yang ada, malah bikin sebal.

Kamu sudah berusaha menciptakan momen bertemu yang romantis, reaksinya biasa saja. Kamu rela cuti kerja demi menemaninya yang sedang mengalami masa sulit, dianya malah menjauh dan tak bercerita sama sekali. Kalau kamu gak mengirim pesan duluan, bisa sampai berminggu-minggu dia gak memberi kabar. Apa gak kesal dan sebal?

Kategori
Uncategorized

Lima Tanda Orang yang Mendekatimu Gak Pernah Serius, Renungkan Sekarang

Lima Tanda Orang yang Mendekatimu Gak Pernah Serius, Renungkan Sekarang

Kamu pasti pernah menjumpai seseorang yang di awal ingin menjalin hubungan intens, lalu tiba-tiba hilang. Situasi ini memang bukan salahmu atau dia.

Namun, meladeni orang seperti ini bakal bikin kamu capek sendiri. Sekarang, waktunya kamu tahu tanda-tanda orang yang mendekatimu karena modus.

Berikut ini doelgercenter.com, kasih tunjuk tanda orang yang mendekatimu gak pernah serius. Coba cek di sini, jangan sampai kamu jadi korban ghosting!

1. Datang cuma buat ngetes apakah kamu layak bersanding bersamanya atau gak

Di kutip dari laman Daftar Akun Club388 perhatikan deh, orang yang PDKT serius dengan yang bukan! Orang yang serius bakal tetap menjalin hubungan baik. Sebaliknya, orang yang ingin bermain, bakal pergi saat sesuatu yang di inginkan ternyata belum terpenuhi sama kamu.

Di lansir Huffington Post, profesor David Dryden Henningsen menjelaskan definisi komprehensif perihal motivasi orang melakukan pandekatan. Selain hanya untuk bersenang-senang, alasan lain merujuk pada exploring motivation.

“Sifat merayu yang terkesan ambigu, memudahkan seseorang buat menyampaikan minat romantis atau seksual secara tidak langsung dengan risiko lebih rendah. Jadi, perempuan dan laki-laki menggoda untuk menguji, mengukur, atau menyelidiki apakah orang lain tertarik untuk memulai suatu hubungan,” jelas Henningsen.

2. Menutupi kedekatan kalian dari orang lain

Selanjutnya, psikolog Antonio Borello memaparkan tanda bahwa pendekatan dalam hubungan sudah keluar batas. Salah satunya adalah ketika orang yang mendekatimu, menyembunyikan hubungan kalian dari keluarga, teman, atau bahkan rekan kerja.

Orang yang serius bakal terbuka sama perasaannya, baik sama kamu maupun orang di sekitar kalian. Karena bagaimana pun, kalian akan menjalin hubungan bersama nantinya.

Kalau sampai sekarang dirinya belum berani menunjukkan ketertarikan secara terbuka, berarti ada yang gak beres sama bagaimana ia ingin memulai hubungan.

3. Mengkhianati pertemanan dengan memberi lebih banyak keintiman emosional

Batasan antara pertemanan dan hubungan romantis bisa di lihat ketika kalian mulai berbagi lebih banyak keintiman secara emosional. Jadi, jika kamu mendapati teman memberikan perhatian lebih, itu sudah menunjukkan tanda bahaya.

Keadaan ini seperti membawamu pada situasi rumit, yang mana kamu harus memilih antara pertemanan atau hubungan romansa.

“Gurauan dan godaan yang bersahabat, bisa membuat kita terbuka dan lebih banyak berbagi pikiran dan emosi. Apa yang di mulai sebagai persahabatan yang menyenangkan, kemudian menjadi dasar dari hubungan yang intim secara emosional. Jika ternyata kamu berbagi lebih banyak emosi dengan penggoda, kamu sudah pindah ke wilayah berbahaya,” ungkap Borello.

4. Salah satu di antara kalian, ada yang merasa bersalah atas kedekatan kalian

Apakah kamu pernah merasa bersalah karena dekat dengan seseorang? Atau justru orang tersebut yang mengalami hal demikian? Entah karena kalian sudah punya pasangan atau alasan lain, menggoda memang memiliki tendensi mengarah pada perselingkuhan.

Kerap kali godaan tersebut di mulai secara polos dan berkembang, serta mengaburkan batas antara kesenangan yang wajar menjadi perilaku yang gak pantas.

“Apakah kamu merasa bersalah setelah menggoda karena kamu sangat menikmatinya? Jika demikian, mungkin pertemananmu hampir gak pantas dan inilah saatnya kalian berhenti,” tambahnya.

5. Lantas, apa yang membedakan mereka yang ingin mendekati serius dan yang bukan?

Di kutip dari Psychology Today, profesor Gary W. Lewandowski Jr. melakukan studi tentang apa saja sinyal seseorang ketika mendekati gebetan. Lewandowski ingin melihat apa yang di lakukan orang untuk menunjukkan minat romantis dengan memfokuskan pada tawa.

Selama tertawa, laki-laki lebih tertarik mengeluarkan sinyal dominasi. Misalnya, dengan mengambil tempat. Sementara perempuan mengomunikasikan minat melalui sinyal pada penampilan mereka.

Dalam studi berikutnya, perempuan yang menaruh minat, menunjukkan dengan pemberian sinyal dari waktu ke waktu yang di lihat dari kepala miring saat percakapan dan lebih banyak gerakan tangan. Sedangkan pria lebih tertarik dengan menghabiskan waktu buat berbincang.

Kategori
Uncategorized

5 Pertimbangan Orangtua Kenapa Tak Mengizinkan Anaknya Nikah Muda

5 Pertimbangan Orangtua Kenapa Tak Mengizinkan Anaknya Nikah Muda

Belakangan ini ‘nikah muda’ menjadi tren di kalangan pasangan muda, bahkan tak sedikit yang menjadikan nikah muda sebagai cita-citanya dalam menjalin hubungan. Menikah muda sebenarnya tidak apa-apa asal di lakukan dengan niat baik, akan tetapi yang namanya pernikahan pastinya memerlukan kesiapan dan harus di pertimbangkan sebaik mungkin, apalagi jika mau nikah muda.

Makanya orangtua pun juga tidak bisa sembarangan mengizinkan anaknya nikah muda, dan jika tidak mengizinkan mungkin lima hal di lansir dari doelgercenter.com, berikut ini alasan yang menjadi pertimbangan orangtua sehingga tidak merestui anaknya nikah muda.

1. Belum benar-benar mapan dan serius kerjanya

Di kutip dari Daftar Akun Club388, jika dirimu belum memiliki karier yang menjamin kemapananmu dan dalam bekerja pun belum benar-benar serius dan tekun, maka hal itulah yang mungkin menjadi penyebab kenapa orangtua tidak mengizinkanmu untuk menikah muda.

Karena kalau di lihat dari umur saja, kamu sebenarnya masih memiliki banyak waktu untuk mengembangkan karier, kan. Jadi gak salah juga kalau orangtua ingin kamu mapan dulu dalam karier daripada buru-buru nikah muda.

2. Pendidikan yang di tempuh belum selesai

Misalnya, kamu masih kuliah atau menempuh pendidikan hingga jenjang tertentu. Kalau di pikirkan secara logis, memang ada baiknya untuk menyelesaikan terlebih dahulu pendidikanmu baru menikah. Sebab pernikahan adalah jenjang kehidupan baru yang lebih baik di lakukan ketika keadaan sudah lapang dan siap, bukan?

3. Mental sang anak belum siap untuk bertanggung jawab dan berkomitmen

Meskipun tidak ikut campur dengan semua urusanmu tapi jangan kira kalau orangtua tidak memperhatikan kesiapan diri dan mentalmu untuk menghadapi pernikahan. Apalagi jika kamu masih manja dan bergantung pada mereka, tentu saja ia tak akan mengizinkanmu nikah muda.

4. Bukan waktu yang tepat untuk menggelar pernikahan

Maksudnya belum waktu yang tepat itu seperti apa? Misalnya, keadaan finansial keluarga sedang sangat terpuruk atau bangkrut, ada anggota keluarga yang sakit keras, atau baru saja berkabung sehingga tidak mungkin menggelar pernikahan. Selain bukan waktu yang tepat, rasanya juga tidak etis kalau menggelar suatu acara sakral ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja, kan.

5. Belum begitu mengenal pribadinya dan bagaimana keluarganya

Jika kamu ingin menikah dengan seseorang yang baru di kenal, bahkan belum benar-benar mengenal bagaimana pribadinya serta bagaimana keluarganya. Maka bisa jadi hal itu juga membuat orangtuamu merasa berat untuk mengizinkanmu nikah muda.

Karena nikah itu bukan hubungan yang sembarangan dan riskan sekali rasanya jika anaknya bersama dengan orang yang belum begitu di kenal, bahkan semua orangtua mungkin akan berpendapat yang sama.

Tak ada orangtua yang tidak menginginkan anaknya menikah, namun meskipun begitu bukan berarti orangtua malah sembarangan memberi izin pada anaknya untuk nikah muda. Dan jika tidak di izinkan bisa jadi lima hal inilah yang jadi pertimbangan orangtuamu, semuanya demi kebaikanmu, kok!