Kategori
Uncategorized

Empat Hal yang Kita Rasakan Saat Kehilangan Jati Diri

Empat Hal yang Kita Rasakan Saat Kehilangan Jati Diri

Setiap manusia yang hidup di dunia ini pastilah memiliki identitas diri yang melekat pada diri masing-masing. Mulai dari siapa namanya, di mana dan kapan ia di lahirkan, di mana tempat tinggalnya dan berbagai informasi pribadi yang biasanya tercantum di kartu tanda pengenal masing-masing. Namun sebagai makhluk hidup yang memiliki akal pikiran dan hati nurani, tentu identitas yang di miliki seorang manusia tidak hanya sekedar data diri saja.

Lebih dari itu, seorang manusia tentu ingin di kenal sebagai sosok yang berguna bagi lingkungan sekitarnya, bahkan beberapa dari mereka ada yang sampai membutuhkan pengakuan dan validasi orang lain. Namun, beberapa orang justru mengalami krisis identitas yang membuatnya merasa seolah tidak berguna. Ada lima hal yang menjadi tanda ketika seseorang mengalami krisis identitas, apa saja? Di lansir dari laman doelgercenter.com, berikut bahasannya.

1. Minder dan tidak percaya diri

Di kutip dari laman Daftar IDN Poker, erasaan minder dan tidak percaya bisa di katakan sebagai salah satu ciri yang paling menonjol pada diri seseorang yang mengalami krisis identitas. Orang tersebut akan merasa bahwa dirinya tidak hebat, tidak mampu atau tidak yakin dengan kemampuannya. Ini bisa membuat seseorang menarik diri dari lingkungan karena ia merasa malu dan rendah diri karena tidak memiliki sesuatu yang bisa ia banggakan kepada orang-orang sekitarnya.

2. Bingung dan merasa hilang arah

Rasa tidak percaya diri yang di alami oleh seseorang yang memiliki krisis identitas juga membuatnya bingung dan kehilangan arah. Orang seperti ini sebenarnya ingin berubah dan melakukan sesuatu namun justru ia malah kebingungan. Dari mana ia harus memulai? Kemana ia akan melangkah? Apa yang akan ia hadapi nanti? Apa yang sebenarnya ia inginkan? Seperti apa tanggapan orang-orang mengenai dirinya, dan masih banyak lagi.

3. Merasa menjadi beban

Dengan adanya perasaan tidak percaya diri dan kehilangan arah, seseorang akan lebih memilih untuk berdiam diri karena takut untuk melangkah. Jika sudah seperti ini maka akan muncul perasaan negatif lain yaitu merasa menjadi beban. Tidak melakukan apa pun karena takut dan kebingungan membuat seseorang memilih diam dan tidak berkembang, sehingga wajar jika ia merasa menjadi beban karena dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk orang di sekitarnya.

4. Berpikiran negatif

Terus merasa rendah diri perlahan akan membuat seseorang yang mengalami krisis identitas memiliki pemikiran negatif. Ia akan cemas dan khawatir akan banyak hal, di awali dari dirinya yang tidak memiliki rasa percaya diri, bingung dengan apa yang di lakukannya, merasa tidak berguna sehingga tidak menutup kemungkinan ia juga akan berfikir bahwa masa depannya suram dan ia tidak lagi mempunyai harapan.

Kategori
Uncategorized

Lima Hal yang Tidak Perlu kamu Peduikan Agar Hidupmu Lebih Bahagia

Lima Hal yang Tidak Perlu kamu Peduikan Agar Hidupmu Lebih Bahagia

Saatnya untuk tidak terlalu peduli lagi. Ya, benar, kalian tidak sedang salah membaca. Terkadang kalian akan memikul beban berat dunia pada pundak kalian dan bukannya menjadikan dunia tempat yang lebih baik, yang akhirnya kalian lakukan hanyalah menciptakan lebih banyak stres untuk diri sendiri.

Di lansir dari laman doelgercenter.com, berikut tips sederhana untuk meringankan beban yang berat itu agar hidup terasa lebih ringan.

1. Apa yang orang lain pikirkan

Di kutip dari laman Daftar IDN Poker, yang pertama menarilah mengikuti irama musik kalian sendiri. Lakukan apa pun yang kalian harus lakukan tetapi jangan ikuti apa yang di pikirkan orang lain. Ini adalah hidup, keputusan dan pilihan kalian. Orang lain suka menilai dan mengapa kalian harus peduli jika mereka melakukannya?

Hanya kalian yang bisa mendefinisikan diri kalian sendiri, jadi biarkan mereka jika hal itu akan membuat mereka bahagia atau tidak. Saat kalian terlalu peduli tentang apa yang orang lain akan katakan, di saat itulah kalian menjalani hidup untuk mereka dan bukannya diri sendiri.

2. Kesalahan masa lalu

Semua manusia di dunia ini membuat kesalahan dan pernah mengacaukan hidupnya. Begitulah hidup berjalan. Namun, jangan terlalu keras pada diri sendiri.

Terimalah bahwa setiap orang kadang-kadang akan bersalah, itu bagian dari kehidupan manusia yang tak terhindarkan. Belajarlah untuk lebih sering memaafkan diri sendiri.

3. Apa yang tidak di punya

Manusia cenderung begitu fokus pada kekurangan daripada kelimpahan yang di punya, yang mana hal itu mencegah perasaan bahagia untuk datang. Kalian fokus pada apa yang tidak kalian miliki dan akhirnya merasa benar-benar kekurangan. Apa gunanya itu?

Kalian harus fokus pada sisi positif dari apa yang kalian miliki dan sisi negatif dari apa yang tidak kalian miliki. Mengapa kalian ingin menyiksa diri sendiri dengan semua hal yang tidak kalian miliki? Buatlah daftar semua hal dalam hidup yang kalian hargai.

Akan selalu ada orang yang memiliki berbagai kelebihan yang dia punya dalam hidup dan yang lain dengan lebih banyak kekurangan. Apa yang kalian miliki sekarang sudah cukup.

4. Penolakan

Banyak orang merasa begitu takut di tolak sehingga memutuskan untuk berada di zona nyamannya dan tidak pernah berusaha mengambil risiko. Semakin kalian bersembunyi karena takut, semakin besar ketakutan itu akan tumbuh. Tunjukkan pada diri kalian sendiri bahwa kalian dapat mengungkapkan perasaan kalian dan hidup dengan konsekuensinya.

Kalian akan menaklukkan rasa takut akan penolakan dengan cara ini dan merasa lebih bebas. Bahkan jika hasilnya tidak seperti yang di harapkan, kalian akan segera menyadari bahwa itu tidak seburuk yang kalian kira dan kalian bisa menghadapinya. Bersikaplah sedikit lebih keras, berani dan lihat hidup sebagai sebuah petualangan.

5. Menjadi tidak cukup baik

Mudah untuk merasa bahwa kalian tidak bisa mengukurnya. Kita hidup di dunia yang kompetitif. Tidak apa-apa dan bahkan sehat sebenarnya jika kalian ingin berkembang dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Namun, hal itu menjadi tidak sehat ketika kalian merasa jika kalian tidak cukup baik. Selama kalian merasa bahagia dengan siapa diri kalian, di mana kalian berada dan seberapa jauh kalian telah berkembang, itu adalah hal yang terpenting.

Kalian semua sebenarnya tidak perlu khawatir dan menciptakan kesengsaraan batin untuk diri sendiri. Ingat lima poin di atas, karena hal-hal tersebut yang dapat segera kalian hapus dari daftar kekhawatiran kalian. Semoga dengan tidak peduli pada hal-hal itu, kalian akan sedikit lebih bahagia ya!

Kategori
Uncategorized

Inilah Lima Akibat Bila Kamu Terlalu Sering Menutupi Kesedihanmu, Sebaiknya Jujur Saja

Inilah Lima Akibat Bila Kamu Terlalu Sering Menutupi Kesedihanmu, Sebaiknya Jujur Saja

Memang ada benarnya, keputusanmu untuk tidak mengumbar kesedihan patut di hargai. Kamu hanya merasa tidak ingin orang lain ikut pusing memikirkan keadaanmu. Kamu juga yakin akan bisa mengatasi sendiri masalah tersebut.

Akan tetapi, bukan berarti kamu boleh terus menutupi semua kesedihanmu itu dari orang lain, ya! Jangan menganggap kesedihanmu sebagai sebuah aib yang tidak perlu di bagikan ke orang lain. Di lansir dari laman doelgercenter.com, berikut ini akibat buruknya bila kamu tidak pernah terbuka tentang kesedihanmu pada siapa pun.

1. Merasa tidak di mengerti oleh semua orang

Di kutip dari laman Daftar IDN Poker, yang pertama pada titik ini, kamu akan cenderung menganggap semua orang tidak peka akan keadaanmu. Padahal kalau di logikakan, bagaimana mereka akan mengerti jika kamu jago sekali menutupi perasaanmu?

Namun yang kamu rasakan hanyalah kekesalan. Kamu gak bisa lagi berpikir logis. Akibatnya, kamu merasa kecewa pada semua orang gak peduli yang salah sebenarnya dirimu sendiri.

2. Tiba-tiba ingin menangis atau marah pada siapa pun

Setiap kesedihan yang berusaha kamu pendam itu ibarat air yang gak menemukan saluran sekecil apa pun untuk mengalir keluar dari dirimu. Akibatnya, suatu saat tekanannya akan menjebol pertahanan dirimu.

Ledakan emosimu bisa tiba-tiba terjadi di mana pun dan kapan pun, tak tertahankan lagi. Orang yang tahu-tahu kamu marahi tentu bisa merasa gak terima. Sementara tangisanmu yang heboh seperti tanpa sebab bakal membingungkan semua orang.

3. Apa pun yang menjadi masalahmu gak bisa lekas di atasi

Kamu tentu gak begitu saja merasa sedih. Pasti ada sebabnya. Makin kuat rasa sedihmu, makin serius masalah yang melatarbelakangi.

Dan untuk masalah yang seserius itu, kamu mungkin gak bisa menyelesaikannya seorang diri. Jika gak kunjung terbuka pada siapa pun, masalahmu mungkin menjadi makin kompleks.

4. Orang-orang menjadi terlalu mengandalkanmu

Kamu tampak amat tangguh sehingga layak di andalkan oleh semua orang. Padahal sebenarnya kamu sedang lebih rapuh daripada mereka.

Mereka semua curhat ke kamu, tanpa terpikirkan sedikit pun tentang kemungkinan kamu sedang sangat bersedih. Juga meminta pendapatmu bahkan pertolonganmu yang bikin kamu kian tertekan.

5. Ketenangan yang sesungguhnya gak kunjung kamu dapatkan

Kamu cuma pura-pura tenang. Padahal, makin kamu berpura-pura gak ada apa-apa, dalam hati pasti makin terasa gak keruan. Ketenangan yang sejati baru akan di peroleh jika kamu melakukan dua hal.

Pertama, gak mengingkari kesedihanmu. Kedua, secara aktif mencari solusi untuk penyebabnya. Kalau gak bisa sendiri, ya meminta bantuan orang lain.

Sebagai orang dewasa, mungkin memang gak semua kesedihan yang di rasakan perlu di tunjukkan atau di ceritakan pada orang lain. Kamu tentu gak ingin terlihat lemah, kan?

Namun, tetap ketahui batas kemampuan diri. Gak usah menyiksa diri bila cukup dengan lebih jujur tentang perasaan sendiri pun sudah bisa membuatmu merasa lebih baik.

Kategori
Society

Falsafah Hidup Masyarakat Lampung yang Masih Utuh

Keren! Ini Dia, Falsafah Hidup Masyarakat Lampung yang Masih Utuh

Falsafah Hidup Masyarakat Lampung yang Masih Utuh – Dari segi falsafah hidup pada hakekatnya masyarakat Lampung secara umum memiliki pandangan hidup yang disebut dengan fiil pesenggiri. Piil Pesenggiri adalah tatanan moral yang merupakan jiwa dan berperilaku masyarakat adat Lampung dalam segala aktivitas.

Sebagaimana adat-istiadat di setiap daerah di indonesia yang punya falsafah hidup, orang Lampung juga memilikinya lho. Falsafah hidup tersebut menjadi salah satu Agen IDN Poker Indonesia pegangan orang Lampung dalam menjalani kehidupan.

Falsafah hidup orang Lampung ini termaktub dalam kitab Kuntara Raja Niti, yaitu kitab adat istiadat orang Lampung yang sampai sekarang masih bisa ditemukan dan dibaca, baik dalam aksara asli maupun yang sudah ditulis dalam aksara latin. Dan menariknya falsafah-falsafah tersebut dilambangkan dengan ” lima kembang penghias siger” pada lambang Provinsi Lampung.

Berikut falsafah hidup masyarakat lampung yang patut dicontoh.

Nemui nyimah

Secara bahasa, dalam bahasa Lampung, nemui berasal dari kata temui yang berarti tamu, sedangkan nemui sendiri diartikan sebagai menerima tamu, menerima kunjungan, menjalin silaturahmi, saling bertemu, dan menyambut dengan penuh suka cita. Kemudian nyimah berasal dari kata dasar simah, yaitu murah hati, sopan santun, tidak pelit, murah senyum dan ramah pada siapapun. Kata awalan nyi (miah) dalam nyimah maksudnya adalah perilaku.

Maka, nemui nyimah diartikan sebagai perilaku yang sopan santun, bermurah hati, serta ramah tamah terhadap semua pihak yang datang. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, nemui nyimah diterjemahkan sebagai suatu sikap yang memiliki nilai religius serta sosial terhadap suatu lingkungan. Oleh orang Lampung dijadikan sebagai titie gumantie atau tatacara ketentuan pokok yang selalu diikuti dan diwariskan secara turun-temurun.

Nengah nyappur

Nengah nyappur merupakan prinsip yang mengajarkan manusia untuk dapat berbaur dengan sesama. Manusia yang pandai bergaul dengan sesama berarti juga memiliki rasa toleransi yang tinggi. Nengah nyappur juga mengajarkan ulun Lampung untuk selalu bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah.

Secara bahasa nengah berasal dari kata benda, kemudian berubah menjadi kata kerja yang berarti berada di tengah. Sedangkan nyappur berasal dari kata benda cappur menjadi kata kerja nyappur yang berarti baur atau berbaur. Secara harfiah dapat diartikan sebagai sikap suka bergaul, suka bersahabat dan toleran antar sesama.

Nengah nyappur menggambarkan bahwa anggota masyarakat Lampung mengutamakan rasa kekeluargaan dan didukung dengan sikap suka bergaul dan bersahabat, menumbuhkan semangat suka bekerja sama dan tenggang rasa yang tinggi antar seamanya.

Sikap toleransi akan menumbuhkan sikap ingin tahu, mau mendengarkan nasehat orang lain, memacu semangat kreativitas dan tanggap terhadap perkembangan gejala-gejala sosial.

Pi’il pesenggiri

Pi’il pesengiri adalah warisan budaya masyarakat lampung, yang merupakan falsafah hidup ulun lampung. Istilah pi’il pesenggiri kemungkinan berasal dari “pi’il” dalam bahasa arab yang berarti perbuatan atau perangai dan kata “pesenggiri” yaitu pahlawan perlawanan rakyat bali utara terhadap serangan pasukan majapahit.

Dengan demikian pi’il pesenggiri berarti perangai yang tidak keras, tidak mau mundur terhadap tindakan kekerasan yang lebih-lebih menyangkut nama baik keturunan atau kehormaan pribadi dan kerabat.

Filsafat hidup pi’il pesenggiri secara esensial identik dengan perbuatan manusia yang luhur dalam makna dan nilainya. Selain itu, filsafat pi’il pesenggiri juga dimaknai sebagai sesuatu yang menyangkut harkat dan martabat kemanusiaan, harga diri, dan sikap hidup, baik secara individual maupun sosial.

Lebih lanjut prinsip-prinsip dasar yang disebut pi’il pesenggiri adalah prinsip-prinsip yang ingin hidup sejajar dalam berdampingan dengan siapa pun. Kesejajaran tersebut dalam arti orang Lampung tidak ingin hidup diatas jika yang lainya ada dibawah dan sebaliknya tidak senang hidup di bawah jika yang lainya ada diatas.

Oleh karena itu, secara filosofis filsafat hidup pi’il pesenggiri adalah identitas atau jati diri masyarakat Lampung dan harus menjiwai segala aspek, kreativitas dan aktivitas kehidupan manusia atau masyarakat Lampung.

Sakai sembayan

Sakai sembayan bermakna memberikan sesuatu kepada seseorang atau sekelompok orang dalam bentuk benda dan jasa yang bernilai ekonomis. Yang dalam praktiknya cenderung menghendaki saling berbalas. Sedangkan sambaian bermakna memberikan sesuatu kepada seseorang sekelompok orang atau untuk kepentingan umum secara sosial berbentuk benda dan jasa tanpa mengharapkan balasan.

Sedangkan dalam bahasa Lampung, Sakai sembayan diartikan sebagai gotong-royong, tolong-menolong, bahu-membahu, dan saling memberi terhadap sesuatu yang diperlukan oleh orang lain.

Konsep saling memberi dan diberi, berdasarkan dari apa yang telah dilakukan atau diberikan sehingga tercipta saling mengisi dan saling mengerti antar sesama. Masyarakat lampung akan merasa kurang terpandang bila ia tidak mampu berpartisipasi dalam suatu kegiatan kemasyarakatan.

Perilaku ini menggambarkan sikap toleransi kebersamaan, sehingga seseorang akan memberikan apa saja secara suka rela. Apabila pemberian itu memiliki nilai manfaat bagi orang atau anggota masyarakat yang membutuhkan.

Bejuluk beadek

Bejuluk beadek berasal dari kata juluk yang berarti nama baru ketika seseorang mampu menancapkan cita-citanya. Sedangkan adek adalah gelar atau nama baru yang diberikan ketika cita-cita itu telah tercapai.

Juluk beadek menjadi hak seluruh masyarakat Lampung. Maka dari itulah juluk beadek ini menjadi identitas utama yang melekat pada pribadi setiap masyarakat Lampung. Juluk beadek biasanya mengikuti tatanan yang telah ada berdasarkan hierarki status masing-masing struktur kepemimpinan adat.

Karena, juluk beadek ini merupakan sesuatu yang otomatis didapatkan oleh seseorang. Apabila orang tersebut telah mencapai hasil kerja yang maksimal. Atau menempuh langkah kehidupan yang baru.

Keren ya! boleh dicontoh tuh, falsafah hidup masyarakat Lampung yang masih diwariskan hingga sekarang. Kalau di daerahmu, apa nih falsafah hidupnya?