El Salvador Bentuk Tim Anjing untuk Mendeteksi COVID-19

El Salvador Bentuk Tim Anjing untuk Mendeteksi COVID 19 - El Salvador Bentuk Tim Anjing untuk Mendeteksi COVID-19

El Salvador Bentuk Tim Anjing untuk Mendeteksi COVID-19

Di lansir dari doelgercenter.com, Pemerintah El Salvador akan menerapkan anjing untuk mendeteksi penularan COVID-19. Bahkan kini sejumlah anjing yang tergabung dalam unit kepolisian tersebut sudah mendapatkan pelatihan agar mampu mengenali bau dari seseorang yang terinfeksi COVID-19.

Di samping itu, penggunaan anjing untuk mendeteksi seseorang pembawa virus di sebut aman dan akan mengurangi resiko penularan COVID-19 yang lebih besar terutama dari luar negeri.

1. El Salvador jadi negara pertama yang bentuk tim anjing untuk deteksi COVID-19

Di kutip dari Agen Club38, El Salvador akan menjadi negara pertama yang membentuk tim kepolisian beranggotakan anjing untuk mendeteksi virus COVID-19. Sebelumnya,l Presiden Nayib Bukele sudah menyampaikan penerapan metode ini untuk mendeteksi seorang yang terkena virus tersebut dalam akun media sosialnya dan menyebutnya 100 persen efektif.

Nantinya unit kepolisian anjing ini juga di latih untuk membantu tugas kebencanaan untuk mendeteksi para korban yang terperangkap dalam reruntuhan akibat bencana alam. Sementara tim anjing tersebut di perkirakan sudah siap bertugas pada akhir bulan April ini, di lansir dari Europa Press.

2. Di latih dalam mencium bau keringat individu pembawa COVID-19

Melansir dari EFE, sekelompok anjing yang tergabung dalam Unit Anjing dari Polisi Sipil Nasional (PNC) El Salvador tersebut kini sedang menjalani pelatihan untuk mendeteksi secara cepat individu yang tertular COVID-19. Pelatihan di tekankan untuk melatih indra penciumannya anjing untuk mengetahui adanya virus dari seseorang yang mengalami gejala maupun tak bergejala.

Proyek ini di sebut dengan Arcon yang di kembangkan oleh ilmuwan dan pemadan kebakaran asal Spanyol bernama Jaime Parejo Garcia. Bahkan ia sudah berada di negara Amerika Tengah tersebut untuk membantu melatih para anjing sejak 8 Maret lalu.

Pada keterangannya, Parejo Garcia juga menjelaskan bahwa metode ini 100 persen aman. Satu per satu anjing di masukkan ke dalam ruang kecil untuk mencium sampel keringat dari pasien yang terinfeksi COVID-19. Melalui indra penciuman anjing yang baik, ia akan memberikan jawaban dalam beberapa detik jika individu terkena COVID-19.

3. Akan di tugaskan di bandara dan pintu perbatasan

Saat pertama kali di terjunkan, nantinya El Salvador akan memiliki empat anjing terlatih untuk mendeteksi COVID-19. Anjing tersebut akan di tempatkan di beberapa titik strategis, seperti Bandara Internasional Óscar Arnulfo Romero dan bisa di rotasi pada sejumlah pintu perbatasan darat.

Pada pelatihan ini juga di hadiri oleh 24 anggota tentara, polisi, dan pemadam kebakaran. Selain itu, terdapat dua relawan pemadam kebakaran asal Peru dan seorang tim penolong asal Panama. Bahkan Parejo Garcia juga mengatakan jika nantinya El Salvador akan menjadi pusat pelatihan anjing dengan metode Arcon ini, di kutip dari Prensa Libre.

Hingga Kamis (22/04/2021) negara Amerika Tengah seluas 20,742 km persegi tersebut sudah melaporkan sebanyak 68.161 kasus COVID-19. Sementara jumlah kematian akibat virus tersebut mencapai 2089 jiwa dan di ketahui sudah melakukan vaksinasi sekitar 500 ribu penduduknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *