Kategori
Uncategorized

Cara Menjaga Kewarasan ketika Semua Orang di Sekolah Membencimu

Cara Menjaga Kewarasan ketika Semua Orang di Sekolah Membencimu .Oke, mungkin istilah yang tepat bukanlah “semua orang membencimu”, melainkan “kamu kesulitan menyesuaikan diri di sekolah”. Mungkin ada seseorang yang menyebarkan rumor negatif tentangmu dan akibatnya, semua teman-temanmu menjauhimu. Ada banyak hal yang melatarbelakangi munculnya rumor negatif: mungkin kamu tidak sekaya siswa lainnya, mungkin rasmu berbeda dari mayoritas siswa di sekolahmu, mungkin kamu memiliki kekurangan jasmaniah, mungkin orientasi seksualmu dianggap abnormal, atau mungkin kamu sekadar merasa berbeda dari teman-teman sekelasmu. Apa pun alasanya, kamu pasti akan merasa kesepian, seakan-akan tidak ada seorang pun yang bisa memahamimu. Jangan khawatir, kamu pasti bisa melaluinya! Jangan biarkan situasi tersebut merusak kewarasanmu dan mencegahmu menikmati hidup. yang telah kita rangkum dalam doelgercenter
yang disupport oleh IDN Poker777
Menambah Pengalaman

 

v4 460px Survive with Your Sanity Intact when Everyone Hates You at School Step 1 Version 2 - Cara Menjaga Kewarasan ketika Semua Orang di Sekolah Membencimu
Perlakukan semua orang dengan baik.
Sekalipun mereka memperlakukanmu dengan tidak pantas, tidak ada gunanya membalas mereka dengan perlakuan yang sama kejinya. Jangan bergosip atau menciptakan rumor-rumor balasan yang mampu menyakiti orang lain. Jaga interaksimu agar tetap ramah dan sopan.[1] Jika kamu mampu melakukannya, secara otomatis orang lain akan kehabisan bahan untuk mencelamu.
  • Tersenyumlah kepada orang-orang yang kamu temui dan jangan menghindari kontak mata dengan mereka.
Cobalah menulis buku harian.
Luapkan segala emosi menyakitkan yang kamu rasakan di sana: segala hal yang ingin kamu teriakkan keras-keras namun kamu terlalu takut atau malu untuk melakukannya. Tuliskan apa yang terjadi dan bagaimana perasaanmu karenanya.
  • Jika perlu, bakar kertas berisi luapan emosimu di tempat yang aman setelahnya.
  • Menulis buku harian ampuh membantu seseorang mengekspresikan perasaannya, terutama jika orang tersebut memiliki kepribadian yang tertutup dan pemalu.
Tingkatkan kepercayaan dirimu.
Berolahraga adalah salah satu cara ampuh untuk meredakan stres dan meningkatkan suasana hatimu.Kamu tidak terbiasa pergi ke pusat kebugaran? Jangan khawatir, masih banyak kegiatan menyenangkan yang bisa membuatmu bergerak dan berkeringat seperti bermain trampolin, mengajak anjing berjalan-jalan, atau bersepeda keliling kompleks.
  • Kamu juga bisa menari mengikuti lagu kesukaanmu atau bermain seluncur es; yang terpenting, lakukan hal-hal yang memang kamu sukai!
  • Pelajari keterampilan baru. Mempelajari sesuatu yang baru dapat meningkatkan kepercayaan dirimu; terutama karena kamu mampu melihat progres yang berhasil kamu buat seiring berjalannya waktu.
Bergabunglah dengan klub olahraga atau kelompok ekstrakurikuler lainnya.
Ketika kamu merasa semua orang membencimu, cobalah bergabung dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan serupa denganmu.[3] Kamu juga boleh bergabung dengan kelompok sejenis di luar sekolah, lho!
Cara Menjaga Kewarasan ketika
Di dalam sekolah, kamu bisa mengikuti klub drama, klub menulis puisi, klub musik, klub olahraga, atau bergabung dengan panitia buku tahunan. Sementara itu, di luar sekolah kamu bisa bergabung dengan kelompok tari, bela diri, atau organisasi spiritual.
  • Pikirkan kegiatan yang kamu sukai, lalu cobalah mendaftarkan dirimu. Awalnya, kamu mungkin akan merasa canggung atau tidak nyaman. Jangan langsung menyerah; pikirkan dampak positifnya untukmu di kemudian hari.
  • Terkadang, bagian tersulit adalah ketika kamu harus menghadiri pertemuan kelompok untuk pertama kalinya. Kamu pasti akan merasa sangat cemas atau terus-menerus mencekokkan keyakinan negatif ke dalam benakmu: teman-teman klubmu pasti akan membenci dan mengabaikanmu. Jangan dengarkan omong kosong negatif tersebut! Cobalah datang satu kali, dan lihat apa yang terjadi.
  • Ingat, semua anggota klub memiliki kesukaan yang serupa. Belajarlah mengenal mereka secara lebih dekat dengan bertanya, “Kamu sudah belajar fotografi dari kapan?”, “Berapa lama kamu belajar karate?”, atau “Siapa penyair favoritmu?”.
Berfokuslah pada pengalaman yang positif.
 Alih-alih menenggelamkan diri dalam pemikiran yang negatif, cobalah mengubah perspektifmu.[4] Tidak ada gunanya terus-menerus memutar kembali berbagai situasi negatif di benakmu.
Cara Menjaga Kewarasan ketika
Dengan memfokuskan pikiran ke masa lalu, sesungguhnya kamu sedang menyumbangkan kekuatan untuk orang-orang yang menyakitimu. Ubah perspektif negatifmu; sumbangkan kekuatan tersebut untuk dirimu sendiri!
  • Seseorang yang mengalami penolakan dari lingkungan sosialnya kerap akan terjebak dalam lingkaran pemikiran yang tak berujung (“Memangnya apa yang sudah kulakukan? Apa yang bisa kuubah? Kenapa mereka jahat sekali?”). Keluarkan dirimu dari lingkaran tersebut secepat mungkin! Perbuatan mereka tidak mendefinisikan siapa dirimu yang sesungguhnya; toh opini hanyalah opini, bukan fakta.
  • Pikirkan berbagai kualitas positif (baik hati, peduli terhadap orang lain, dan tidak pelit) dan keterampilan unik (pandai menari atau mampu mengayomi orang lain) yang kamu miliki.
Tips

Merasa kesepian atau terasing memang tidak menyenangkan. Seburuk apa pun situasi yang kamu alami, selalu ingat bahwa kamu ada pribadi yang unik dan berharga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *