Kategori
Bahan kimia news Uncategorized

8 Macam Zat Tambahan Pada Makanan Cepat Saji

zat aditf makanan - 8 Macam Zat Tambahan Pada Makanan Cepat Saji
http://doelgercenter.com/

8 Macam Zat Tambahan Pada Makanan Cepat Saji,Makanan kemasan dan hidangan cepat saji biasanya mengandalkan berbagai zat tambahan untuk meningkatkan cita rasa serta kualitas tampilannya, sekaligus juga memperpanjang masa simpan di toko. Meski begitu, berbagai zat aditif ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Berikut berbagai zat aditif pada makanan yang paling umum digunakan, beserta risiko yang mungkin ditimbulkannya.

Apa saja zat aditif pada makanan yang paling umum, dan apa efeknya untuk kesehatan?
1. MSG

MSG (monosodium glutamat) alias mecin adalah zat aditif yang digunakan sebagai penyedap rasa makanan. Tidak hanya terbatas pada makanan kemasan dan cepat saji, masakan rumahan pun sering juga ditambahkan mecin agar rasanya makin lezat.

Efek MSG terhadap kesehatan sampai saat ini masih jadi topik perdebatan hangat. Beberapa pakar berpendapat mecin bisa menyebabkan masalah pada saraf dan kerja otak sehingga bikin Anda jadi “lemot“. Kebanyakan makan mecin juga diduga kuat menjadi penyebab Anda sering sakit kepala dan mal-mual, sebagai gejala Chinese Restaurant Syndrome. Sementara itu, sejumla penelitian lain tidak menemukan kaitan khusus antara konsumsi MSG dengan masalah kesehatan.

Terlepas dari kontroversi seputar bahaya MSG, FDA sudah menyatakan MSG zat tambahan makanan yang aman digunakan. Keputusan FDA ini disepakati pula oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), Food and Agriculture Organization (FAO), serta Kementerian Kesehatan RI.

2. Pewarna buatan

http://doelgercenter.com/

Pewarna buatan adalah zat aditif pada makanan yang dipakai untuk mempercantik penampilan. Makanan yang berwarna cerah dan segar akan menarik minat orang-orang untuk membeli. Namun, tidak semua pewarna makanan aman dgunakan. Beberapa penelitian menunjukkan pewarna buatan dapat meningkatkan kecenderungan alergi anak dan hiperaktivitas pada anak dengan ADHD.

Tidak hanya itu. Beberapa pewarna makanan buatan dduga kuat dapat memicu kanker, misalnya biru berlian (Blue 1), allura red alias Red 40, dan pewarna karamel.

Merah 3, atau dkenal sebagai eritorisin, terbukti dapat meningkatkan risiko tumor tiroid. Meski baru sebatas penelitian pada hewan, peneliti yakin bahwa efeknya kemungkinan besar sama jika dkonsumsi oleh manusia.

Ada baiknya untuk memilih makanan tanpa pewarna buatan, atau gunakan perwarna dari bahan-bahan alami (seperti daun suji untuk warna hijau) untuk menghindari risiko kemunculan penyakit.

3. Natrium nitrit

IDN POKER APK

Natrium nitrit merupakan zat pengawet dalam daging olahan yang dgunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Selain itu, zat adtif pada makanan ini juga menambah rasa asin dan membuat daging kalengan terlihat pink kemerahan seperti daging segar.

Sayangnya jika terkena suhu panas yang cukup tinggi, zat ini dapat berubah bentuk menjad nitrosamin. Nitrosamin dkenal sebagai zat penyebab kanker usus besar, kanker payudara, kanker kandung kemih, dan juga kanker perut. Untuk itu, usahakan untuk memakan dan memproses daging segar sendri untuk menurunkan risiko penyakit kanker.

4. Sirup jagung tinggi fruktosa

IDN POKER APK

Sirup jagung fruktosa merupakan pemanis buatan yang sering dtemukan dalam soda, jus, permen, sereal, dan berbagai makanan ringan. Sebuah penelitian membuktikan bahan ini dapat meningkatkan risiko obesitas dan dabetes jika sering dkonsumsi dalam porsi berlebihan.

Selain itu, zat yang satu ini juga dapat memicu peradangan dalam sel yang bisa mengakibatkan berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung dan kanker. Penelitian juga membuktikan pemanis ini tidak mengandung vitamin dan mineral yang dbutuhkan tubuh.

Sebagai gantinya, pilih makanan dan minuman tanpa gula buatan tambahan. Anda bisa menambahkan madu murni sebagai pengganti gula yang lebih sehat.

5. Pemanis buatan

shutterstock 460861249 300x200 - 8 Macam Zat Tambahan Pada Makanan Cepat Saji

Pemanis buatan seperti aspartam, sakarin, dan lainnya banyak dgunakan dalam makanan dan minuman manis rendah kalori.

Penelitian membuktikan bahwa pemanis buatan dapat membantu menurunkan berat badan dan membantu mengelola kadar gula darah d dalam tubuh. Meski lazim dgunakan sebagai pengganti gula pasir yang lebih sehat, konsumsi pemanis buatan yang berlebihan juga belum tentu baik untuk kesehatan.

Untuk menghindari risiko masalah, para ahli menganjurkan pemanis buatan dkonsumsi tetap sewajarnya saja.

6. Natrium benzoat

minuman bersoda - 8 Macam Zat Tambahan Pada Makanan Cepat Saji

Natrium benzoat adalah zat adtif pada makanan asam serta minuman bersoda. FDA, badan keamanan obat dan pangan milik Amerika Serikat, telah menyatakan natrium benzoat aman untuk dkonsumsi.

Meski begitu, beberapa penelitian menunjukkan kombinasi natrium benzoat dan pewarna makanan buat dapat meningkatkan kecenderungan hiperaktivitas pada anak. Selain itu, natrium benzoat yang dkombinasikan dengan vitamin C juga dapat berubah menjad benzena, zat yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Maka, ada baiknya teliti sebelum membeli. Hindari makanan dan minuman yang mengandung asam benzoat, natrium benzoat, benzena, atau benzoat yang dkombinasikan dengan vitamin C seperti asam sitrat atau asam askorbat.

7. Perasa buatan

Beberapa minuman dan makanan kemasan dengan embel-embel “rasa asli” kadang mendapatkan rasanya dengan bantuan perasa buatan.

Penelitian yang dlakukan pada hewan menemukan bukti bahwa perasa buatan ini memiliki beberapa efek negatif terhadap kesehatan jika dkonsumsi secara berlebihan.

Sebuah penelitian yang dkutip dari Healthline menyatakan bahwa produksi sel darah merah pada tikus berkurang setelah dberikan perasa buatan selama tujuh hari berturut-turut.

Selain itu, perasa buatan tertentu seperti coklat dan stroberi memiliki efek racun pada sel sumsum tulang. Sementara perasa anggur, plum, dan jeruk dapat menghambat pembelahan sel dan memiliki efek racun bagi sumsum tulang. Namun, masih dbutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat efeknya pada manusia.

Maka, ada baiknya untuk membatasi konsumsi makanan dengan perasa buatan. Usahakan untuk membeli makanan atau minuman yang dracik menggunakan bahan-bahan alami untuk bisa menikmati rasa aslinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *